PEMILIHAN UMUM DI INDONESIA (TUGAS POLITIK PAPER)

PEMILIHAN UMUM DI INDONESIA

Tugas untuk memenuhi mata kuliah Pengantar Ilmu Politik

OLEH:

Nama              : Yudha

NIM                : D0310065

JURUSAN SOSIOLOGI

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMUI POLITIK

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

2010

A. Pengertian Pemilu

Pemilihan umum (pemilu) di Indonesiaa pada awalnya ditujukan untuk memilih anggota lembaga perwakilan, yaitu DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/. Setelah amandemen keempat UUD 19945 pada 2002, pemilihan Presiden dan wakil Presiden (pilpres), yang semula dilakukan oleh MPR, disepakati untuk dilakukan langsung oleh rakyat sehingga pilpres pun dimasukkan ke dalam rezim pemilu. Pilpres sebagai bagian dari pemilu diadakan pertama kali pada Pemilu 2004. Pada 2007, berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007, pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah (pilkada) juga dimasukkan sebagai bagian dari rezim pemilu. Di tengah masyarakat, istilah “pemilu” lebih sering merujuk kepada pemilu legislatif dan pemilu presiden dan wakil presiden yang diadakan setiap 5 tahun sekali.

B. Asas

Pemilihan umum di Indonesia menganut asas “Luber” yang merupakan singkatan dari “Langsung, Umum, Bebas dan Rahasia”. Asal “Luber” sudah ada sejak zaman Orde Baru. Langsung berarti pemilih diharuskan memberikan suaranya secara langsung dan tidak boleh diwakilkan. Umum berarti pemilihan umum dapat diikuti seluruh warga negara yang sudah memiliki hak menggunakan suara. Bebas berarti pemilih diharuskan memberikan suaranya tanpa ada paksaan dari pihak manapun, kemudian Rahasia berarti suara yang diberikan oleh pemilih bersifat rahasia hanya diketahui oleh si pemilih itu sendiri. Kemudian di era reformasi berkembang pula asas “Jurdil” yang merupakan singkatan dari “Jujur dan Adil”. Asas jujur mengandung arti bahwa pemilihan umum harus dilaksanakan sesuai dengan aturan untuk memastikan bahwa setiap warga negara yang memiliki hak dapat memilih sesuai dengan kehendaknya dan setiap suara pemilih memiliki nilai yang sama untuk menentukan wakil rakyat yang akan terpilih. Asas adil adalah perlakuan yang sama terhadap peserta pemilu dan pemilih, tanpa ada pengistimewaan ataupun diskriminasi terhadap peserta atau pemilih tertentu. Asas jujur dan adil mengikat tidak hanya kepada pemilih ataupun peserta pemilu, tetapi juga penyelenggara pemilu.

C. Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD, dan DPRD

Sepanjang sejarah Indonesia, telah diselenggarakan 10 kali pemilu anggota DPR, DPD, dan DPRD, yaitu pada tahun 1955, 1971, 1977, 1982, 1987, 1992, 1997, 1999, 2004, dan 2009.

1.      Pemilu 1955

Pemilu pertama dilangsungkan pada tahun 1955 dan bertujuan untuk memilih anggota-anggota DPR dan Konstituante. Pemilu ini seringkali disebut dengan Pemilu 1955, dan dipersiapkan di bawah pemerintahan Perdana Menteri Ali Sastroamidjojo. Namun, Ali Sastroamidjojo mengundurkan diri dan pada saat pemungutan suara, kepala pemerintahan telah dipegang oleh Perdana Menteri Burhanuddin Harahap.

Sesuai tujuannya, Pemilu 1955 ini dibagi menjadi dua tahap, yaitu:

a.       Tahap pertama adalah Pemilu untuk memilih anggota DPR. Tahap ini diselenggarakan pada tanggal 29 Sebtember 1955, dan diikuti oleh 29 partai politik dan individu,

b.       Tahap kedua adalah Pemilu untuk memilih anggota Konstituante. Tahap ini diselenggarakan pada tanggal 15 Desember 1955.

Lima besar dalam Pemilu ini adalah Partai Nasional Indonesia, Masyumi, Nahdlatul Ulama, Partai Komunis Indonesia dan Partai Syarikat Islam Indonesia.

2.      Pemilu 1971

Pemilu berikutnya diselenggarakan pada tahun 1971, tepatnya pada tanggal 5 Juli 1971. Pemilu ini adalah Pemilu pertama setelah orde baru, dan diikuti oleh 10 partai politik. Lima besar dalam Pemilu ini adalah Golongan Karya, Nahdlatul Ulama, Parmusi, Partai Nasional Indonesia, dan Partai Syarikat Islam Indonesia. Pada tahun 1975, melalui Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1975 tentang Partai Politik dan Golkar, diadakanlah fusi (penggabungan) partai-partai politik, menjadi hanya dua partai politik (yaitu Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Demokrasi Indonesia) dan satu Golongan Karya.

3.      Pemilu 1977-1997

Pemilu-Pemilu berikutnya dilangsungkan pada tahun 1977, 1982, 1987, 1992, dan 1997. Pemilu-Pemilu ini diselenggarakan dibawah pemerintahan Presiden Soeharto. Pemilu-Pemilu ini seringkali disebut dengan “Pemilu Orde Baru”. Sesuai peraturan Fusi Partai Politik tahun 1975, Pemilu-Pemilu tersebut hanya diikuti dua partai politik dan satu Golongan Karya. Pemilu-Pemilu tersebut kesemuanya dimenangkan oleh Golongan Karya.

4.      Pemilu 1999

Pemilu berikutnya, sekaligus Pemilu pertama setelah runtuhnya orde baru, yaitu Pemilu 1999 dilangsungkan pada tahun 1999 (tepatnya pada tanggal 7 Juni 1999) di bawah pemerintahan Presiden BJ Habibie dan diikuti oleh 48 partai politik. Lima besar Pemilu 1999 adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Amanat Nasional. Walaupun Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan meraih suara terbanyak (dengan perolehan suara sekitar 35 persen), yang diangkat menjadi presiden bukanlah calon dari partai itu, yaitu Megawati Soekarnoputri, melainkan dari Partai Kebangkitan Bangsa, yaitu Abdurrahman Wahid (Pada saat itu, Megawati hanya menjadi calon presiden). Hal ini dimungkinkan untuk terjadi karena Pemilu 1999 hanya bertujuan untuk memilih anggota MPR, DPR, dan DPRD, sementara pemilihan presiden dan wakilnya dilakukan oleh anggota MPR.

5.      Pemilu 2004

Pada Pemilu 2004, selain memilih anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota, rakyat juga dapat memilih anggota DPD, suatu lembaga perwakilan baru yang ditujukan untuk mewakili kepentingan daerah. Pemilu 2004 merupakan pemilu pertama di mana para peserta dapat memilih langsung presiden dan wakil presiden pilihan mereka. Pemenang Pilpres 2004 adalah Susilo Bambang Yudhoyono. Pilpres ini dilangsungkan dalam dua putaran, karena tidak ada pasangan calon yang berhasil mendapatkan suara lebih dari 50%. Putaran kedua digunakan untuk memilih presiden yang diwarnai persaingan antara Yudhoyono dan Megawati yang akhirnya dimenangi oleh pasangan Yudhoyono-Jusuf Kalla. Pergantian kekuasaan berlangsung mulus dan merupakan sejarah bagi Indonesia yang belum pernah mengalami pergantian kekuasaan tanpa huru-hara. Satu-satunya cacat pada pergantian kekuasaan ini adalah tidak hadirnya Megawati pada upacara pelantikan Yudhoyono sebagai presiden.

6.      Pemilu 2009

Pilpres 2009 diselenggarakan pada 8 Juli 2009. Pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono berhasil menjadi pemenang dalam satu putaran langsung dengan memperoleh suara 60,80%,  mengalahkan pasangan Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto dan Muhammad Jusuf Kalla-Wiranto.

Tentang kiopo

newbie blogger
Pos ini dipublikasikan di Political dan tag . Tandai permalink.

22 Balasan ke PEMILIHAN UMUM DI INDONESIA (TUGAS POLITIK PAPER)

  1. Miles Mahusay berkata:

    Thanks for the post I actually learned something from it. Very good content on this site Always looking forward to new post.

  2. Regards for this tremendous post, I am glad I observed this internet site on yahoo.

  3. Philip Fabin berkata:

    i’d love to share this posting with the readers on my site. thanks for sharing!

  4. studying the amount of commentaries it looks like this web log is really hot.

  5. cheap bathrooms berkata:

    Major thanks for the article post. Will read on…

  6. trade kitchens berkata:

    Good evening, This was an outstanding post, but I was wondering how do you suscribe to your RSS feed?

  7. kitchen sink berkata:

    As households spend so much time in the home it makes sense to spend on your bathroom or kitchen.

  8. small bathrooms berkata:

    Good read. Do you have a Twitter group?

  9. You really are a really knowing person!

  10. Hmmm for some grounds only 50% of the comments can be experienced. I tried reloading but yet the identical.

  11. free ecommerce berkata:

    Hey just wanted to let you know that your content is very impressive, also Youre writing is wicked!, thanks again.

  12. Layla berkata:

    This post is really accommodating for somebody who has been having difficulties with this position. I have seen at a number of resources but to no avail. I will remain learning and learning here in the promise of at long last getting past this.

  13. Payton berkata:

    Does anyone know where to buy this online as it seems very good.

  14. debt help berkata:

    Maybe you have thought of adding slightly extra than just your thoughts? What i’m saying is, what you say is essential and everything. But its got no punch, no pop! Maybe in the event you added a pic or two, a video? You could have such a much more effective blog when you let individuals SEE what youre talking about rather than just reading it.

  15. Brooklyn berkata:

    This is the most marvelous article that I have ever come across after huge searches. I’m genuinely appreciative to yourself for supplying this special info.

  16. bathrooms berkata:

    Excellent. Wonderful. You have explained the topic and most significantly, you have mastered the art of blog publishing. Ready for more posts from you.

  17. Amelia berkata:

    I imagine you hear and read this a lot: Thank you, thank you, thank you

  18. kitchen cabinets berkata:

    Colour scheming plays an undeniable role in the decor of any room. The colours of your walls, cabinets, countertops and flooring will all need to be coordinated properly to generate a bright and gorgeous atmosphere in the fresh new kitchen.

  19. rigid kitchens berkata:

    This could sound like rather a daunting job, and might be quite a challenging job, producing certain every little thing is up to your standards, yet practically viable. For this reason, a lot of people choose to use a kitchen style service when planning a new kitchen. Skilled designers can help you to accomplish the kitchen you’d actually adore to develop within your household. They’ll supply you a personal service in the course of which they will assess the space you’ve got and also the income you are willing to spend, in addition to the style and atmosphere you wish to produce. In case you are still unsure of what kind of kitchen you prefer, no matter whether contemporary or traditional, they are able to even assist you to to create up your mind, or make a kitchen style which incorporates both styles.

  20. Willa Stofferahn berkata:

    85% of Grandparent Respondents Favor Marijuana Legalization, According to GRAND Magazine Reader Poll. Online Magazine for Grandparents Releases Response Results to Op-Ed Question Posed in its March/April Issue. leagal weed

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s